Fintech Syariah dan Inklusi Keuangan: Persepsi Generasi Z terhadap Dompet Digital

Penulis

  • Fitriani Lubis, M.E STIT Hamzah Fansuri Subulussalam, Aceh
  • Irwan Maulana, M.Ak STIT Hamzah Fansuri Subulussalam, Aceh

Kata Kunci:

Fintech Syariah, Dompet Digital, Generasi Z, Technology Acceptance Model, Inklusi Keuangan

Abstrak

Studi ini menganalisis persepsi generasi Z terhadap dompet digital syariah menggunakan kerangka Technology Acceptance Model yang diperluas dengan variabel kepercayaan dan kepatuhan syariah. Survei terhadap 150 responden menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, kemanfaatan, dan kepercayaan berpengaruh positif terhadap niat menggunakan, sedangkan label syariah memperkuat kepercayaan. Temuan ini berimplikasi pada strategi literasi dan edukasi produk fintech syariah.

Referensi

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Chapra, M. U. (2000). The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: The Islamic Foundation.

Sampul artikel: Fintech Syariah dan Inklusi Keuangan: Persepsi Generasi Z terhadap Dompet Digital

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-14